BLANTERORIONv101

Biaya Berlari Hari Ini

12 June 2020
Bismillaah~
Saat duduk di bangku SMP, penulis teringat dengan suatu pernyataan di LKS pelajaran Olahraga, kira-kira seperti ini:

Olahraga yang termurah adalah BERLARI

Saat itu, usia penulis masih belia, polos hatinya, dan menerima materi itu apa adanya. Tapi yang penulis ingat, murahnya berlari dilihat dari tiga hal: 1. perlengkapan yang sederhana (nyeker pun bisa), 2. lari dapat di mana saja (muter-muter jalan RT-RW pun jadi), 3. berlari disandingkan dengan olahraga lain seperti sepakbola, voli, baseball yang memerlukan perlengkapan khusus.

Konsep olahraga "termurah" inilah terbawa dan menjadi kebiasaan saat kuliah "Olahraga murah kok!". Meski hanya sekedar memutari blok di sekitar asrama, sepatu meminjam kakak kelas (yang kemudian dengan baiknya kakak kelas itu memberikan sepatunya ke penulis), penulis merasakan  manfaat dari berlari diantaranya:

1. Menjaga kesegaran tubuh
2. Memperlancar peredaran darah
3. Rekreasi
4. Mencari inspirasi

Hari ini, alhamdulillaah, masih diberi kemampuan untuk berlari di sekitar rumah. Berlari kali inipun bertujuan untuk mendapatkan beberapa manfaat tadi. Saat berlari, sering pikiran ini dikunjungi ide-ide dan inspirasi menarik. Ya, salah satunya menggelitik kenangan SMP dulu tentang berlari, hingga muncullah pertanyaan:

"Berapa sih biaya berlari hari ini?"

Yup, jadi tulisan ini akan mencoba bahas tentang perhitungan sederhana ala anak ekonomi tentang biaya berlari hari ini. Akan digunakan konsep hadiah, depresiasi pada barang habis pakai, dan pengaruh waktu saat melakukan perhitungan ekonomis. Semoga bermanfaat.


KONSEP DASAR

Dalam perhitungan kali ini, mari kita definisikan beberapa istilah:
  1. Hadiah: adalah barang yang diberkan secara sukarela / tanpa paksaan, biasanya dilatarbelakangi oleh suatu kejadian, prestasi, atau hubungan yang spesial (saudara ataupun sesuatu yang "sespesial itu" pokoknya).
  2.  Depresiasi: penyusutan nilai barang akibat pemakaian. Lebih mudah dengan contoh: Saya beli sepatu seharga Rp 300.000,- dengan estimasi kondisi layak pakai (umur) 5 tahun. Dari konsep depresiasi, maka harga sepatu saya akan turun sekitar Rp. 300.000/5 tahun = Rp.60.000 / tahun. Di tahun ke-5, secara ekonomis harga sepatu tadi adalah Rp. 0,- jadi punya alasan untuk beli sepatu baru. Kita batasi pembahasan kita pada harga/nilai ekonomisnya ya, karena kalau nilai kenangan maka sepasang sepatu itu bisa makin berharga (apalagi kalau sepatu itu dipakai saat ketemu si dia, hehe).
  3. Hari ini: adalah hari ketika kita melanjutkan masa lalu dan menyongsong masa depan. Jendela waktu dimana kita dapat memaksimalkan usaha kita.
  4. Biaya: adalah nilai tukar ekonomis yang dikeluarkan untuk melakukan suatu usaha.

BIAYA BERLARI HARI INI

Perhitungan biaya akan terpengaruh dari biaya apa saja yang mungkin penulis keluarkan. Komponen utama yang menjadi sumber biaya:
1. Perlengkapan yang penulis gunakan saat berlari
2. Biaya akses lintasan berlari

Pada saat berlari, hari ini (ditulis Jum'at 12 Juni 2020), penulis mengenakan:
  1. Kaos yang dibeli seharga Rp. 40.000,- di tahun 2018, estimasi umur pakai 5 tahun
  2. Celana training sibeli seharga Rp. 35.000,0 di tahun 2017, estimasi umur pakai 5 tahun
  3. "Sepatu kuliah", hadiah kakak pada tahun 2017, estimasi umur pakai 5 tahun (sampai ndak bisa kepake saja sih kalau ini) (Gambar 1.A)


Lalu, lintasan hari ini adalah jalan desa sekitar rumah (Gambar 1.B)

Gambar 1. (A) Perlengkapan lari, (B) Lintasan lari dekat rumah, (C) Bonus view Gunung Ciremai di sepanjang lintasan lari


Jika, dalam setahun kita hitung hari adalah 355 hari, kita dapat menghitung BIAYA BERLARI HARI INI:

Keluarlah angka

Rp. 43,- 
untuk biaya lari hari ini. Murah ya? bahkan nominal biayanya tidak sampai pecahan uang ter-receh saat ini (Rp. 100).  Rasakan manfaatnya berlari, bahkan penulis berasa ditemani dan disemangati Gunung Tertinggi di Jawa Barat (Ciremai) saat berlari (Gambar 1.C).

Di sini penulis sadar dan bersyukur 2017 silam mendapatkan hadiah sepatu. Kalau bisa dibilang, sepatu merupakan komponen biaya termahal dalam berlari. Tapi poinnya, bukan mahal atau murahnya berlari, tapi maukah kita untuk memulai?

PENUTUP

Tubuh yang sehat itu perlu diupayakan. Kita semua punya potensi, tinggal mau atau nggaknya buat bergerak. Murah dan mahal itu relatif banget, namun untuk tubuh yang sehat, kenapa tidak coba invest saja Rp. 43,- per hari, tak ada salahnya. Semoga bermanfaat.

Olahraga murah kok!
Salam,
Penulis

1 comment

  1. Unknown
    Unknown 28 June 2020 at 21:27

    👍👍👍👍👍

    Reply