Bismillaah...
Tentang batuan, saat mapping terkadang bila dihadapkan dengan spesimen yang sama, deskripsi batuan yang dilakukan di lapangan bisa berbeda antara geologist satu dengan yang lain. Seolah kadang deskripsi ini harus bergantung pada kemampuan geologist, jam terbangnya dan "kerajinannya" dalam bercerita tentang batuan. Makanya, menyamakan "frame" saat melakukan pemetaan itu penting untuk mengurangi ambiguitas dari informasi yang terrekam dari lapangan dan sebisa mungkin menyajikan informasi yang lengkap untuk diarsipkan. Sulit 'kan kalau catatan database kurang bagus sehingga mungkin mengharuskan kita kembali cek ke lapangan? Makan waktu, tenaga dan biaya!
.
.
Teringat dengan suatu pengalaman menarik sekitar tahun lalu dan sepertinya masih relevan apabila diulas lagi. Kala itu (September 2022) mendapatkkan kesempatan mengikuti sharing session yang diadakan Geohug,
dengan tema yang menarik: A Solution to Declining Geologist' Field
Skills. Menitikberatkan pada kemampuan mapping bagi para geologist.
Recognizing the rock!
.
"Observe first, then interpret."
.
Capture Code ini mencakup:
1. Lithology Code
2. Alteration Code
3. Mineralization Code
.
.
Selagi presentasi berlangsung saya sempat mengambil beberapa tangkapan layar yang menunjukkan kira-kira kode nya seperti apa dan bagaimana penggunaannya.
Untuk publikasi lengkap dapat dicek di sini:
Capture Codes for Better Geology (Williams, 2022)
.
Dan untuk rekamannya dapat dicek di sini:

Social Media