BLANTERORIONv101

A Solution to Declining Geologist' Field Skills

6 October 2022

Bismillaah...

Tentang batuan, saat mapping terkadang bila dihadapkan dengan spesimen yang sama, deskripsi batuan yang dilakukan di lapangan bisa berbeda antara geologist satu dengan yang lain. Seolah kadang deskripsi ini harus bergantung pada kemampuan geologist, jam terbangnya dan "kerajinannya" dalam bercerita tentang batuan. Makanya, menyamakan "frame" saat melakukan pemetaan itu penting untuk mengurangi ambiguitas dari informasi yang terrekam dari lapangan dan sebisa mungkin menyajikan informasi yang lengkap untuk diarsipkan. Sulit 'kan kalau catatan database kurang bagus sehingga mungkin mengharuskan kita kembali cek ke lapangan? Makan waktu, tenaga dan biaya!

.


.

Teringat dengan suatu pengalaman menarik sekitar tahun lalu dan sepertinya masih relevan apabila diulas lagi. Kala itu (September 2022) mendapatkkan kesempatan mengikuti sharing session yang diadakan Geohug, dengan tema yang menarik: A Solution to Declining Geologist' Field Skills. Menitikberatkan pada kemampuan mapping bagi para geologist. Recognizing the rock!

.

"Observe first, then interpret."

.
Dalam kesempatan tersebut kita dapat mengenali suatu Capture Code (Williams, 2022), kode ataupun acuan deskripsi geologi di lapangan yang terstruktur dan informatif  yang goal nya adalah untu mengurangi banyak ke-ambiguan deskripsi batuan. Intinya, saat kode deskripsi batuan ini nantinya dibaca oleh geologist lain saat mengecek database, geologist lain tersebut bisa ngerti batuan seperti apa yang sedang dihadapi.
.
Capture Code ini mencakup:
1. Lithology Code
2. Alteration Code
3. Mineralization Code
.
Dan bisa dibilang, Capture Code ini juga relevan untuk digunakan untuk deskripsi drilling core.
.
Selagi presentasi berlangsung saya sempat mengambil beberapa tangkapan layar yang menunjukkan kira-kira kode nya seperti apa dan bagaimana penggunaannya.
.
Untuk publikasi lengkap dapat dicek di sini:
Capture Codes for Better Geology (Williams, 2022)
.
Dan untuk rekamannya dapat dicek di sini:

 
 
.
"Observe first, then interpret." menjadi take away note utama yang memang seolah menjadi alasan adanya Capture Code ini.
.
Semoga bermanfaat.

Comments